Koramil 08/Bakongan Perkuat Koordinasi dengan Damkar, Antisipasi Karhutla
ACEH SELATAN – Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah, Koramil 08/Bakongan Kodim 0107/Aceh Selatan memperkuat koordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 05 Bakongan.
Penguatan koordinasi itu terlihat saat Bati Tuud Koramil 08/Bakongan Pelda TM Tamren melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama anggota Pos Damkar 05 di Desa Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, Sabtu (22/8/2026).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyamakan langkah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, sekaligus memperkuat komunikasi apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran di wilayah Bakongan.
Pelda Tamren mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu perlu disikapi dengan meningkatkan kesiapsiagaan. Cuaca panas dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, terutama di kawasan perkebunan dan lahan yang mudah terbakar.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Jangan sampai ketika api sudah membesar baru kita bergerak. Karena itu, koordinasi dengan Damkar dan unsur terkait harus terus diperkuat,” kata Pelda Tamren.
Menurutnya, Koramil dan Damkar akan terus membangun komunikasi dalam pemantauan wilayah. Langkah tersebut termasuk meningkatkan kewaspadaan dan patroli di sejumlah lokasi yang dinilai rawan, termasuk kawasan perkebunan masyarakat.
“Wilayah perkebunan juga menjadi perhatian. Kita akan terus berkoordinasi untuk memantau kondisi di lapangan. Jika ada sesuatu yang berpotensi memicu kebakaran, bisa segera diketahui dan ditangani sebelum meluas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kalau masyarakat melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada Babinsa, Koramil, Damkar atau pihak terkait. Kecepatan informasi sangat penting agar penanganannya bisa dilakukan sedini mungkin,” katanya.
Pelda Tamren menambahkan, sinergi antara TNI, Damkar, pemerintah setempat dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menghadapi potensi bencana.
“Ini bukan hanya tugas satu instansi. Pencegahan karhutla membutuhkan kewaspadaan bersama. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa lebih cepat mencegah dan mengambil tindakan apabila terjadi kebakaran,” ujarnya.
Langkah penguatan koordinasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur di wilayah Kecamatan Bakongan, sekaligus meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

Komentar
Posting Komentar