TNI Kodim 0107/Aceh Selatan Bergerak Cepat Evakuasi Material Longsor di Jalan Nasional Tapaktuan–Blang Pidie
Aceh Selatan — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Selatan pada Senin malam, 24 November 2025, menyebabkan longsor dan pohon tumbang di ruas jalan nasional Tapaktuan–Blang Pidie, tepatnya di Desa Mutiara, Kecamatan Sawang. Material tanah serta batang pohon berukuran besar menutup badan jalan sehingga akses transportasi sempat lumpuh total dan mengakibatkan antrean kendaraan di kedua arah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan langsung bergerak ke lokasi untuk membantu penanganan awal. Personel Koramil 04/Sawang bersama instansi terkait sigap melakukan evakuasi material longsor demi membuka kembali jalur transportasi yang merupakan akses utama lintas kabupaten.
Turut hadir memimpin langsung penanganan di lapangan, Pasi Intel Kodim 0107/Aceh Selatan, Lettu Inf M. Saleh Surbakti bersama personel gabungan.
Bati Tuud Koramil 04/Sawang, Pelda Safaruddin, menjelaskan bahwa longsor dan pohon tumbang tersebut menyebabkan badan jalan tidak dapat dilewati kendaraan.
“Material longsor dan batang pohon besar sempat menutup total badan jalan sehingga lalu lintas macet. Selain itu juga terjadi kerusakan pada kabel listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah,” jelasnya.
Proses evakuasi dilakukan secara bergotong royong oleh TNI, Polri, BPBD, PLN, pemerintah kecamatan serta masyarakat setempat menggunakan peralatan manual, mesin pemotong kayu. Setelah bekerja intensif selama sekitar dua jam, akses jalan berhasil dibuka kembali dan arus lalu lintas kembali normal. Sementara pihak PLN masih terus melakukan perbaikan jaringan listrik yang terdampak.
Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N Lubis, S.Sos, mengapresiasi gerak cepat personel dan seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
“Saya mengapresiasi kerja cepat seluruh personel di lapangan, baik dari TNI, Polri, BPBD, PLN, pemerintah daerah maupun masyarakat yang terlibat. Penanganan yang dilakukan secara gotong royong ini menunjukkan bahwa sinergi kita kuat dan siap bergerak kapan pun masyarakat membutuhkan,” ujar Letkol Inf Andrino D.N Lubis, S.Sos.
Terkait kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan bencana, Dandim mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, serta pengguna jalan lintas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hujan deras berkepanjangan atau menemukan tanda-tanda bahaya seperti tanah retak, pohon miring, atau debit air sungai meningkat, segera mencari tempat aman dan menghubungi aparat terkait,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati ketika melintas di jalur rawan longsor, terutama saat malam hari ketika jarak pandang terbatas.
“Keselamatan adalah yang utama. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, lebih baik menunda perjalanan daripada mengambil risiko. Kami dari Kodim 0107/Aceh Selatan tetap siaga dan siap membantu kapan pun dibutuhkan,” tutup Dandim.
Dengan respons cepat dan sinergi lintas sektor, jalur nasional kembali dapat diakses dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.


Komentar
Posting Komentar